Child's growth journey


Lelah... kadang bukan soal tugas yang menumpuk atau aktivitas yang padat. Tapi karena hidup terlalu lama terasa sepi, bahkan saat dikelilingi banyak orang. Ada anak-anak yang sejak kecil selalu jadi juara, bukan karena diminta, tapi karena memang bisa.

Dan justru karena bisa sendiri, mereka dianggap tak perlu dirayakan. Tak ada hadiah, tak ada pelukan hangat, tak ada senyum bangga. Seolah pencapaian adalah kewajiban, bukan sesuatu yang layak dibanggakan. "Kan memang pintar," kata orang-orang. Tapi siapa pun yang tumbuh tanpa pelukan dan tanpa ucapan bangga tahu betapa sunyinya menjadi seseorang yang selalu bisa sendiri, tapi jarang sekali dihargai.

Bagi sebagian orang, ulang tahun hanya tanggal di kalender. Pernah dirayakan saat kecil, tapi setelah usia tertentu, semuanya senyap. Tak ada kue, tak ada lagu, bahkan ucapan pun perlahan hilang. Aneh memang, tetap saja ada harapan kecil yang tumbuh. Harapan bahwa mungkin, tahun ini akan berbeda. Mungkin akan ada satu orang yang tiba-tiba ingat dan berkata, "Selamat ulang tahun, ya." Tapi saat tak ada yang datang, tak ada yang peduli, sebagian hati belajar menerima, walau diam-diam terluka.

Ada anak-anak yang pendiam. Yang tumbuh tanpa banyak teman. Yang terbiasa jadi bayangan dalam ruangan penuh suara. Tapi mereka mencoba. Belajar terbuka, belajar aktif, ikut kegiatan, membaur, berharap bisa terlihat. Tapi kenyataannya, tak semua usaha membawa perubahan. Beberapa tetap merasa tak terlihat. Dan ketika lelah, ketika jatuh sakit, bukan pelukan yang datang, melainkan kalimat menyalahkan. "Makanya jangan ikut ini itu." Padahal tak banyak yang tahu, ikut ini-itu bukan semata ambisi. Kadang, itu bentuk kecil dari usaha untuk merasa cukup. Untuk merasa ada.


Bagi sebagian orang, satu kalimat seperti "Kamu keren" atau "Aku bangga" bisa sangat berarti. Bisa jadi cahaya dalam hari-hari gelap. Karena selama hidup, kalimat-kalimat itu tak pernah benar-benar hadir. Mereka tumbuh tanpa tepukan di bahu, tanpa sorakan di akhir perjuangan. Jadi jika sesekali ada yang ingin terlihat keren di mata orang, itu bukan tentang haus pujian, tapi tentang ingin diakui. Karena terlalu lama merasa seperti latar belakang dalam cerita orang lain. Terlalu sering berusaha hebat, bukan untuk gengsi, tapi supaya diperhatikan. Dan itu bukan sesuatu yang salah. Itu manusiawi. Ada banyak yang tumbuh tanpa banyak pelukan, tapi tetap menyimpan harapan untuk dicintai. Yang masih menyisakan satu ruang kecil di hati, tempat doa sederhana disimpan:

"Semoga suatu hari, bisa dirayakan tanpa harus menang dulu."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Child's growth journey

Catatan Baru Di Riuhnya Perjalanan

Terima Kasih Telah Hadir