kau rumahku
Tentang rumah yang penghuninya ramah Manusia yang mengobati hati yang penuh darah Bersedia menanamkan percaya meski tak mudah Serta memahami tiap tujuanku yang hilang arah Terima Kasih Tuan Pundakmu tempat ternyaman untuk bersandar Matamu berbinar tiap kali kita membuka obrolan Kamu adalah tokoh utama yang sedang kujadikan tujuan Tolong tetap merangkul meski keadaannya terpukul Ku pastikan kisahnya tak akan selesai meski pensilanya tumpul dan tak akan bisa terhapus apalagi pupus Sebab denganmu adalah nyaman yang paling aman Maaf sudah banyak menyebut namamu tiap kali tanganku menanadah, dan air mata jatuh ke bawah Memohon kepada pemilik semesta agar kamu saja yang mungkin dan akan bersamamu selamanya. -6-9-23