Terima Kasih Telah Hadir

 Aku memiliki banyak harapan tentang kita. Harapan-harapan yang akan membawa kita sampai pada halaman terakhir takdir Tuhan. Aku ingin melewatkan putaran waktu yang lama itu denganmu, sebab ternyata semuanya terasa lebih indah jika bersamamu. Aku menyadari beberapa hal yang berisik di kepala selalu memiliki alasan untuk kita berakhir sebagai ingatan, namun meski banyak sekali ketakutan yang tidak kunjung reda, meski banyak sekali cobaan yang tidak kunjung lega, aku harap kita selalu mampu untuk saling menguatkan.

Tahun-tahun telah berlalu semenjak pertemuan pertama kita kala itu, dan sampai hari ini perasaanku masih sama padamu. Aku selalu dibuat jatuh cinta berkali-kali saat mata teduhmu menatapku dengan hangat. Dan yang indah dari mencintaimu adalah perasaan yang selalu merekah sepenuh hati kendati luruh tengah menanti. Bahkan aku sudah tidak menginginkan apa pun lagi di dunia ini selain menghabiskan sisa umurku hanya berdua denganmu, dalam peluk Tuhan juga ikatan yang direstui oleh semesta. Sungguh aku tidak meminta banyak hal darimu, aku sudah cukup senang melihatmu baik-baik saja hidup dengan seseorang yang memiliki banyak trauma di hidupnya. Namun aku berharap, serumit apapun caraku kamu selalu mampu untuk memahami.

Terakhir, terima kasih telah menemukanku di dunia yang luas ini. Meski banyak sekali bunga yang lebih indah dibandingkan aku, namun kamu memilih dan merawatku dengan baik sampai hari ini. Meski tidak banyak hal yang bisa kamu banggakan dariku, namun sepanjang waktu aku selalu merasa dirayakan olehmu. Setiap hari kamu selalu mengajakku berjalan menuju sebuah kepastian. Mengenalkanku dengan banyak kebahagiaan lalu mengajariku tentang bentuk rasa syukur paling sederhana. Dan kamu adalah salah satu hal yang selalu aku syukuri. Entah seperti apa akhirnya perjalanan kita nanti, namun aku ingin mengucapkan terima kasih sebab kamu selalu ada. Dan untuk kisah-kisah yang masih menjadi rahasia Tuhan, semoga akan lebih banyak senyuman dan tawa yang tersembunyi di dalamnya.



Yogyakarta, 18 Januari 2023



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Child's growth journey

Catatan Baru Di Riuhnya Perjalanan