Catatan Baru Di Riuhnya Perjalanan
Ada satu hal yang diam-diam paling butuh kita rayakan di dunia ini, yaitu diri kita sendiri. Mungkin langkah kita nggak secepat orang lain, tapi bukankah tetap berjalan di tengah badai itu luar biasa? I know, kadang rasanya hidup seperti uji nyali yang nggak ada habisnya, tapi lihatlah, kamu masih di sini. You are still standing. Kamu mungkin bukan yang paling kuat di mata dunia, tapi kamu satu-satunya yang tahu seberapa keras kamu bertahan. Seberapa sering kamu bangun dari tangis yang kamu peluk diam-diam. Seberapa besar kamu menahan runtuh, hanya karena kamu ingin terus hidup.
Banyak orang hanya melihat hasil, tapi tidak tahu bagaimana kamu menjaga warasmu. Mereka tidak tahu betapa kamu
menyembunyikan letihmu di balik senyum kecil yang kamu bentuk dengan susah payah. Tidak semua luka harus dijelaskan, bukan karena kamu tidak ingin bicara, tapi karena kamu memilih berdamai.
Kamu memilih untuk tetap tumbuh, walau rasanya berkali-kali hati ini ingin menyerah. You are allowed to rest, but you never quit. Dan itu hal paling indah dari seorang pejuang yang kadang tidak terlihat, tapi dampaknya terasa dalam jiwamu sendiri.
Apakah aku cukup? Apakah semua ini akan ada hasilnya? Apakah bertahanku berarti? Pertanyaan-pertanyaan itu kadang datang diam-diam, merayap pelan di dada. Tapi jawabannya selalu sama: iya. lya, kamu cukup. lya, semua ini akan berbuah. lya, bertahanmu punya arti yang besar. Bahkan jika dunia sepi dan tak ada yang melihat, semesta tetap mencatat langkahmu. You don't need loud applause to be proud of yourself. Kamu hanya perlu satu hal untuk tetap kuat: percaya bahwa kamu sudah jauh dari titik di mana kamu nyaris berhenti.
Hari ini, aku ingin bilang terima kasih ke diriku sendiri. Thank you for staying, even when it was painful. Thank you for breathing when everything felt heavy. Terima kasih karena tidak memilih menyerah, bahkan saat semuanya terasa tidak adil. Kamu mungkin tidak dilihat, tapi kamu selalu layak diapresiasi. Kamu, adalah alasan kenapa esok masih bisa datang dengan harapan. Jadi, peluk dirimu. Hargai prosesmu. Karena ada kekuatan yang luar biasa di balik cara kamu bertahan tanpa banyak suara.
Komentar
Posting Komentar