Pijan, kamu dan lukisan.
Aku bisa melukismu dengan tinta indah yang menari-nari di atas kanvas.
Mengukir setiap inci garis wajahmu yang menakjubkan hingga terkadangaku berpikir untuk menyerah melukismu sebab sebagus apa pun lukisku, itu tidak akan bisa sebanding dengan wajah nyatamu yang terlampau sempurna di mataku.
Garis matamu yang membuatku terlena ketika sedang menatap,
Hidung mancungmu yang gemas sekali untuk kucubit, juga lengkungan yang terukir indah di bibir tebalmu itu terlalu mengaruhi pikiranku.
Aku juga ingin membelai rambutmu dengan hangat.
Aku bahkan tidak tau kau menjadi zat adiktif yang membuatku kecandua.
Ya, aku keracunan dirimu, tetapi kalo keracunan yang disebabkan oleh seseorang yang bernama kamu itu tidak akan membahayakan, 'kan?
Kau adalah salah satu bentuk karya indah yang diciptakan oleh tuhan.
Rasanya sulit sekali mengambarkan, juga mengespresikan dalam tulisanku karena mereka tidak akan bisa melihat dirimu di dalam tulisan ini.
Atau mungkin mereka juga akan tidak dipercaya bahwa makhluk sepertmu itu memang ada di dunia.
kalau begitu, biar aku saja yang mengagumimu dalam imajiku.
Aku ingin mengagumimu bukan soal visial saja, tetapi tentang semua yang ada pada dirimu.
Aku ingin memasuki dunia-mu, boleh tidak?
Terserah, mau kalian percaya atau tidak, aku sudah bersekongkol dengan seluruh galaksi kalo tokoh yang sedang kuceritakan ini memang indah seperti lukisan yang nilai seninya tiada tara.
Semesta/06, oktober 2022
Komentar
Posting Komentar